Malam tetap lah malam.
Meski seribu syair terindah
kau gubah tuk mengusirnya
perlahanpergi.
Kamu tetap yang terindah,
walau seribu satu malam
tak pernah kau lewatkan bersama ku.
Kau gadis kecil ku…
seyum termanis yang pernah ku lihat.
Mata terindah yang pernah kutatap.
Pesona mu membuat ku gila,
pengen berdansa dengan selusin mimpi
tentang kita menatap horizon
pada senja yang sama.
Serasa nyata kau beri aku sebuah nama.
Dan ku panggil kau
dengan suara gaib yang jarang kau dengar.
Kau gadis kecilku temani
pagi ku merangkak dan malam ku meringkuk.
Di balik jeruji masih terucap
kau paham tentang aku di dalam sana.
Kau hidangkan aku secangkir kopi….
tanpa berani kumenatap
apa yang tersembunyi di balik dua mata mu.
Ku katakan pada kursi kosong teman kita…
kopi buatan mu ajaib…buat ku terjaga…
pada petang aku merapal nama mu
dengan sejuta kiasan.
Dan semuanya indah
andai pernah kau tenggelam
dan larut dalam lamun ku tak berujung….
kapan berhenti kau bius aku dalam bias pesona mu.
Satu garis tak bisa ku tepis.
WAKTU!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar